Hye semua..
Assalamualaikum....
Hari ini rasa ingin menguji kemahiran berfikir blogger-blogger semua. Baiklah, lets begin !
" Kecergasan emosi dan sosial adalah lebih penting daripada kecerdasan intelek dalam duni perkerjaan. "
Adakah anda semua setuju dengan pernyataan di atas? Jom kita bahaskan. xoxo D
Asslammualaikum saudari,saya ingin memberi beberapa pandangan mengenai kecergasan emosi dan sosial adalah lebih penting daripada kecerdasan intelek dalam dunia perkerjaan kerana sejak kecil kita telah memiliki emosi dan berinteraksi dengan emosi tersebut. Kebiasaan kita dalam menanganinya akan terus terbawa dan menjadi karakter seseorang ketika dewasa. Dengan demikian, alangkah berbahagianya seorang anak yang memiliki orangtua yang peka dan pelatih emosi yang baik. Anak seperti ini akan berlatih menangani dirinya sejak masa kecil. Untuk topik ini insya Allah akan saya posting dalam kesempatan yang akan datang.
ReplyDeleteBagaimana jika ketika dewasa kita kurang memiliki kematangan secara emosional? Jawabannya adalah kecerdasan tersebut dapat dilatih. Cara paling awal adalah dengan mengenali emosi diri Anda ketika terjadi. Kenali apa saja yang berkecamuk dalam dada Anda dan suara-suara yang memerintahkan Anda untuk bertindak. Tahapan berikutnya adalah melakukan kontrol diri terhadap berbagai bentuk emosi yang ada. Bagaimana Anda mengendalikan diri ketika marah, tidak terpuruk ketika merasa kecewa, dapat bangkit dari kesedihan, mampu memotivasi diri dan bangkit ketika tertekan, mengatur diri dari kemalasan, menetapkan target yang menantang namun wajar, serta bisa menerima keberhasilan maupun kegagalan dengan lapang dada.
Jika hal tersebut sudah Anda kuasai, selanjutnya adalah melatih kematangan sosial. Bagaimana Anda berempati – merasakan apa yang dirasakan orang lain – sehingga bisa memberi respon yang tepat terhadap sinyal-sinyal emosi yang ditampilkan orang lain. Kematangan ini akan mudah dikembangkan jika Anda aktif terlibat dalam organisasi, bekerjasama dengan orang lain dan memiliki interaksi sosial yang intens. Latihlah kemampuan Anda dalam memimpin dan dipimpin, memotivasi orang lain, serta mengatasi dan mengelola konflik.
Bagi saya pribadi, memahami emosi sangat membantu dalam mengenali diri dalam tahap awal. Selanjutnya adalah mengenali dan mengendalikan oknum-oknum yang saling berperang dalam diri: berbagai keinginan, kesombongan, iri hati, dengki, kebencian, amarah dan sifat-sifat lainnya. Cerdas secara emosional akan membantu Anda pada tahap awal untuk mengenali diri dengan lebih baik, sekaligus bersikap positif dan melatih kematangan menghadapi kehidupan, apapun yang terjadi: susah atau senang, sukses atau gagal, mudah atau sulit.
Wassalam Daniel..sangat bernas buah fikiran saudara dalam perkongsian kali ini. Di sini, saya ingin membuka fikiran saudara berkenaan forum kita. Tahukah saudara bahawa salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah, 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia.
DeleteOrang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Emosinya yang tidak berkembang, tidak terkuasai, sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik.
Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu, tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya, sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain. Maka, orang itu mengalami sedikit kecenderungan untuk gagal. Oleh itu, emosi sangat penting dalam menyeimbangkan pelbagai faktor insaniah dalam dunia marcapada ini.
Sekian terima kasih. Sampai di sini sahaja perkongsian idea saya tentang tajuk kita.. :)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAssalamualaikum,mia syafini,
ReplyDeleteIndah sungguh nama diberi,
Isu diperbahaskan pada hari ini,
Sgt bersesuaian dengan masa kini,
Mengikut Thordike:
Kecerdasan sosial menurut Thordike yang dikutip Goleman (2002) adalah kemampuan untuk memahami dan mengatur orang lain untuk bertindak bijaksana dalam menjalin hubungan, meliputi kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan interprersonal adalah kecerdasan untuk kemampuan untuk memahami orang lain.
Dan
Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Ia merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan mengolah infomasi menjadi fakta. Orang yang kecerdasan intelektualnya baik, baginya tidak ada informasi yang sulit, semuanya dapat disimpan dan diolah, pada waktu yang tepat dan pada saat dibutuhkan diolah dan diinformasikan kembali.
Saya berpendapat bahawa kedua2nya,memiliki kelebihan dan kekurangan yg tersendiri.
Jadi,saya mencadangkan supaya pekerja Malaysia memiliki kedua2nya.Negara2 maju kebiasaannya mempunyai pekerja yg holistik.Justeru menghasilkan keputusan kerja yg memberangsangkan.
Sekian,Mia Syafini..:-)
Waalaikumusalam..terima kasih kepada saudara Syazwan atas perkongsian pendapat tentang tajuk ini.Saya ingin berkongsi sedikit pendapat saya pada forum ini. Faktor utama yang menentukan kejayaan seseorang di tempat kerja? Kajian psikologi menunjukkan kecerdasan emosi dan sosial lebih penting dan menjadi peramal yang lebih baik terhadap kejayaan kerjaya seseorang berbanding intelek.Penemuan ini tidak bermakna intelek tidak penting tetapi ia menunjukkan selain kecerdasan intelek, kecerdasan emosi lebih merupakan pelengkap kepada keberkesanan indvidu di tempat kerja. Kecerdasan emosi dan sosial merupakan satu konsep yang kian berkembang bukan setakat dalam bidang psikologi dan pendidikan tetapi juga dalam pengurusan organisasi. Penemuan terkini menunjukkan emosi dan sosial mempunyai kaitan dengan kejayaan dan pencapaian seseorang dalam kerjayanya. Konsep ini menjadi popular setelah Goleman (1995) mengutarakan konsep tersebut dalam sebuah buku yang begitu laris jualannya di New York iaitu Emotional Intelligence. Menurut Goleman, terdapat suatu jenis kecerdasan lain yang penting selain daripada darjah kecerdasan intelek atau intelektual quotients ialah kecerdasan emosi dan sosial. Saya berharap saudara dapat mengambil input-input yang berguan sebagai rujukan dari hujah kita ini..Terima Kasih~
DeleteKecerdasan Emosional adalah kemampuan untuk memonitor emosi diri sendiri dan orang lain, serta menggunakan informasi emosi untuk memandu cara berfikir dan perilaku.
ReplyDeleteKecerdasan emosional (EQ) ditandai dengan kemampuan seseorang mengendalikan diri dalam menghadapi keadaan sulit. Dengan pengendalian yang kuat, ia boleh membuat seseorang menjadi dengan tenang melihat permasalahan dan dengan tenang memperhitungkan impak dari suatu keputusan atau suatu tindakan.
Setiap orang mempunyai perbezaan personaliti, keperibadian, keinginan dan bagaimana menunjukan emosi. Perhatian orang yang cerdas secara emosi bukan hanya berrfikir logik tetapi juga mampu berfikir arif dan bijak, Ia bukan hanya mengenali siapa dirinya, tetapi juga berusaha mengenali orang lain yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi sehingga kehadirannya dapat memecahkan masalah bukan membuat masalah baru.
Kecerdasan Intelek adalah kemampuan intelektual, analisis, logikal dan rasional. Ia merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan mengolah infomasi menjadi fakta. Orang yang kecerdasan intelektualnya baik, baginya tidak ada informasi yang sulit, semuanya dapat disimpan dan diolah, pada waktu yang tepat dan pada saat diperlukan diolah dan diinformasikan kembali. Proses menerima , menyimpan, dan mengolah kembali informasi, (baik informasi yang didapat lewat pendengaran, penglihatan atau penciuman) biasa disebut "berfikir. Berfikir adalah media untuk menambah perbendaharaan atau khazanah otak manusia. Di sini, saya ingin membuka fikiran saudari serba sedikit tentang pengendalian emosi dan sosial dalam sesuatu perkara yang agak rumit. Saya berharap saudari dapat mempertimbangkan pandangan saya terhadap kefahaman saudari berdasarkan hujah saudari di atas..
DeleteSekian terima kasih...
Assalamualaikum kepada saudari Mia. Kecerdasan emosi dan sosial lebih penting dan menjadi peramal yang lebih baik terhadap kejayaan kerjaya seseorang berbanding intelek.Penemuan ini tidak bermakna intelek tidak penting tetapi ia menunjukkan selain kecerdasan intelek, kecerdasan emosi lebih merupakan pelengkap kepada keberkesanan indvidu di tempat kerja. Kecerdasan emosi dan sosial merupakan satu konsep yang kian berkembang bukan setakat dalam bidang psikologi dan pendidikan tetapi juga dalam pengurusan organisasi. Penemuan terkini menunjukkan emosi dan sosial mempunyai kaitan dengan kejayaan dan pencapaian seseorang dalam kerjayanya. Konsep ini menjadi popular setelah Goleman (1995) mengutarakan konsep tersebut dalam sebuah buku yang begitu laris jualannya di New York iaitu Emotional Intelligence. Menurut Goleman, terdapat suatu jenis kecerdasan lain yang penting.selain daripada darjah kecerdasan intelek atau intelektual quotients ialah kecerdasan emosi dan sosial.
ReplyDeletewassalam sue..terima kasih kerana sudi berkongi idea bersama semua.ya, saya bersetuju dengan pendapat saudari yang menyatakan bahawa dalam dunia pekerjaan, kecerdasan emosi serta sosial sangat penting kerana kedua-dua elemen ini melengkapi antara satu sama lain dalam apa jua keadaan. Sebagaimana yang kita tahu, kecerdasan emosi dan sosial ataupun dengan kata pendek 'softskill' adalah perkara yang menjadi kriteria utama daripada mana-mana majikan. Sebagai contoh, jika ingin menjadi seorang peguam contohnya, kriteria dalam komunikasi yang bagus mendahului berbanding aspek-aspek yang lain. Walaupun begitu, semestinya intelektual juga diambil kira tetapi peratusannya agak berkurangan berbanding emosi dan sosial.
DeleteSaya berharap hujah saya ini dapat membuka lagi minda saudari tentang kepentingan dan keperluan ketiga-tiga elemen yang telah dibahaskan..
sekian terima kasih..;)